Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juli 2011

Pengisian Nitrogen pada Ban Menambah Kenyamanan Pengendara

Penggunaan angin Nitrogen baik di ban sepeda motor maupun di mobil sudah banyak sekali digunakan. Memang dibandingkan dengan mobil sepeda motor masih agak jarang, dengan alasan di motor penggunaannya masih dirasakan belum sepenting di roda empat. Yakni beban berat dan kecepatan tinggi.


Padahal dengan memakai nitrogen, kondisi tekanan ban akan tetap stabil dan pengendara lebih nyaman. Pemakaian Nitrogen menjaga kondisi tekanan ban tetap stabil. Dengan dua roda, kondisi ini makin membuat nyaman dan aman pengendara. Sebagian besar menyatakan penggunaan nitrogen membuat ban lebih empuk, malah ada yang nekat menyatakan kendaran jadi hemat bahan bakar. Benarkah seperti itu.... dan kenapa?




Sebelum membahas masalah itu, kita harus tahu apa sih Nitrogen itu?
Nitrogen adalah zat non logam, dengan elektronegatifitas 3.0. Mempunyai 5 elektron di kulit terluarnya. Oleh karena itu trivalen dalam sebagian besar senyawa. Nitrogen mengembun pada suhu 77K (-196oC) pada tekanan atmosfir dan membeku pada suhu 63K (-210 oC). Wikipedia.

Nitrogen (Latin nitrum, Bahasa Yunani Nitron berarti "soda asli", "gen", "pembentukan") secara resmi ditemukan oleh Daniel Rutherford pada 1772, yang menyebutnya udara beracun atau udara tetap. Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu dalam pembakaran telah diketahui oleh ahli kimia sejak akhir abad ke-18 lagi. Nitrogen juga dikaji pada masa yang lebih kurang sama oleh Carl Wilhelm Scheele, Henry Cavendish, dan Joseph Priestley, yang menyebutnya sebagai udara terbakar atau udara telah flogistat. Gas nitrogen adalah cukup lemas sehingga dinamakan oleh Antoine Lavoisier sebagai azote, daripada perkataan Yunani αζωτος yang bermaksud "tak bernyawa". Istilah tersebut telah menjadi nama kepada nitrogen dalam perkataan Perancis dan kemudiannya berkembang ke bahasa-bahasa lain.

Senyawa nitrogen diketahui sejak Zaman Pertengahan Eropa. Ahli alkimia mengetahui asam nitrat sebagai aqua fortis. Campuran asam hidroklorik dan asam nitrat dinamakan akua regia, yang diakui karena kemampuannya untuk melarutkan emas. Kegunaan senyawa nitrogen dalam bidang pertanian dan perusahaan pada awalnya ialah dalam bentuk kalium nitrat,terutama dalam penghasilan serbuk peledak (garam mesiu), dan kemudiannya, sebagai baja dan juga stok makanan ternak kimia.

Menurut http://www.mediaindonesia.com, Penggunaan Nitrogen pada ban awalnya digunakan untuk keperluan balap. Nitrogen memiliki molekul yang lebih padat. Oleh karena itu Nitrogen tidak mudah menyusup keluar dibanding udara. Oleh karena itu, jika tidak ada kebocoran, tekanan ban berisi Nitrogen lebih awet dibanding udara. Hal ini penting di arena balap karena perbedaan tekanan ban 0,5 PSI saja sangat berpengaruh pada performa saat melibas tikungan.

Karena lebih padat, pengisian dengan Nitrogen jauh lebih cepat dibanding dengan udara sehingga menghemat waktu. Ini penting di sebuah kompetisi balap, karena perbedaan 1/1000 detik saja mampu menentukan sebuah kemenangan

Di arena balap Formula 1, kita kerap menyaksikan para kru membungkus ban dengan jaket penghangat ban. Tujuannya agar suhu ban sesuai dengan temperatur kerja optimalnya. Ban yang terlalu dingin membuat tapak ban menjadi keras sehingga daya cengkram berkurang.

Sebaliknya jika ban terlalu panas membuat udara dalam ban memuai dan berpotensi meledak. Nitrogen yang memiliki sifat dingin membuat suhu bagian dalam ban relatif lebih rendah meski tapak ban dalam kondisi panas. Alhasil tekanan ban lebih stabil sehingga pembalap lebih mudah 'mengenali' karakter ban tanpa terinfeksi perubahan performa akibat perubahan suhu.

Soal performa ban yang dikatakan menjadi lebih empuk oleh sebagian besar penggunanya? Itu hanya sugesti saja dan secara teknis tak ada kaitannya. Karena tekanan 30 PSI, tak peduli ia berisi Nitrogen, Oksigen, bahkan diisi LPG sekalipun akan tetap 30 PSI, alias tak akan menjadi lebih empuk.

Pada dasarnya kita tak akan bisa merasakan perbedaan ban yang diisi oleh udara atau dengan Nitrogen kecuali tekanan udara dalam ban jauh dari yang diijinkan. Jadi jika suatu saat Anda terpaksa mengisi ban Anda dengan angin biasa karena tak tersedianya Nitrogen, lakukan saja. Anda bisa menggantinya lagi jika menemukan bengkel yang menyediakan. Yang jelas antara nitrogen dengan oksigen kandungan uang airnya lebih banyak oksigen. (Cdx/dari berbagai sumber)

Okey Karena sudah tahu unsur dan fungsi nitrogen...sobat boleh nilai sendiri kegunaannya...

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 06 Juli 2011

Anti Lock Break System


Sistem rem anti terkunci atau anti-lock braking sistem (ABS) menurut wikipedia merupakan sistem pengereman pada mobil agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras.
Sistem ini bekerja apabila pada mobil terjadi pengereman keras sehingga salah sebagian atau semua roda berhenti sementara mobil masih melaju, membuat kendaraan tidak terkendali sama sekali. Ketika sensornya mendeteksi ada roda mengunci, ia akan memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan, lalu mengeraskannya kembali begitu roda berputar. Proses itu berlangsung sangat cepat, bisa mencapai 15 kali/detik. Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif.
Menurut bang aria di aria-info.blogspot.com, ABS (Anti-Lock Brake System) adalah sebuah sistem pada kendaraan bermotor yang mencegah terjadinya roda menjadi terkunci pada saat pengereman. Tujuannya adalah memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol pengendalian pada saat pengereman mendadak dan digunakan untuk memperpendek jarak pengereman (dengan memperbolehkan pengemudi menginjak pedal rem secara penuh tanpa perlu kuatir kendaraan akan selip dan lepas kendali).  


Komponen Utama

Sistem ABS merupakan kombinasi dari sistem elektronik dan hidrolik untuk mengatur
pengereman masing-masing roda agar menghindari roda terkunci.
Komponen utama ABS secara umum adalah:
1.Speed sensor
 
Speed sensor berfungsi untuk memperoleh informasi tentang kecepatan masing-masing
roda,informasi ini diperlukan agar sistem dapat mengetahui roda mana yang sedangakan terkunci. Speed sensor ini dapat terpasang terpasang pada setiap roda, atau adajuga yang dipasang pada diferensial.
2.Valves
Terdapat sebuah valve pada openmasing-masing rem yang dikontrol oleh ABS, valve
ini memiliki tiga posisi:
a. Valve terbuka (open), tekanan dari master cylinder diteruskan langsung ke rem.
b. Valve menutup jalur dan mengisolasi rem roda yang bersangkutan sehingga
mencegah tekanan terus meningkat pada saat rem ditekan lebih kuat.
c.  Valve melepaskan (release) tekanan pada rem.
3.Pump

Valve melepaskan tekanan pada rem, oleh karena itu maka harus ada alat yang
mengembalikan tekanan pada rem, dan inilah fungsi dari pompa tersebut.
4.ABS Controller / Computer
Perangkat ini berfungsi untuk memantau informasi kecepatan yang diperolehspeed
sensor dan mengatur masing-masing valve.

Cara Kerjanya:

Cara kerjanya adalah pada kendaraan ada electronic unit, speed sensor dan hydraulic valve pda brake circuit. Electronic unit memonitor kecepatan dari roda pada saat pengereman,jika berbeda maka rem akan me’release’, dan selanjutnya mengerem lagi. Mirip kalau melakukan rem sedikit-sedikit alias tekan-lepas-tekan lepas. Nah ABS itu bisa melakukan pengereman alias ‘tekan-lepas’ sebanyak 20 kali per detik. Jadi dengan teknologi ini berguna mencegah ban terkunci. Penerapan teknologi ABS ini, kadang juga ditambah teknologi traction control. Dimana kalau ABS tuh ngatur pengereman,sedangkan traction control akan ngurangin power.

Tipe-tipe ABS
ABS menggunakan beberapa macam skema, yang dapat dibedakan menurut jumlahchannel
(berapa banyak valve yang dikontrol secara individual) dan jumlah dari speed sensor.
1.4-channel, 4-sensor ABS
Terdapat satu buah speed sensor pada masing-masing keempat roda dan sebuahvalveterpisah untuk masing-masing keempat roda.Controller memonitor tiap-tiap roda untukmemastikan roda tersebut memperoleh gaya pengereman yang maksimum.
2.3-channel, 3-sensor ABS
Pada skema ini, masing masing roda depan memiliki sebuah sensor danvalve, namunhanya satuvalve dan satu sensor untuk kedua roda belakang. Sistem ini memberikankontrol secara mandiri pada tiap-tiap roda depan namun tidak pada roda belakang. Padasistem ini roda belakang harus mulai terkunci lebih dulu baru ABS bekerja, sehinggamasih dapat memungkinkan salah satu roda belakang mengalami selip pada saatpengereman.
3.1-channel , 1-sensor ABS
Pada sistem ini, hanya ada1 valve yang mengontrol kedua roda belakang dan 1 sonsor
kecepatan pada poros belakang.
Sumber: http://www.scribd.com/doc/8324989/AntiLock-Braking-System-by-Dicky-J-Silitonga



[+/-] Selengkapnya...

Senin, 04 Juli 2011

Tips Merawat Kendaraan Bermotor

Membeli memang lebih mudah daripada merawat...ini memang benar adanya. Pada umumnya orang mampu membeli sebuah kendaraan, baik berupa kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, tetapi untuk merawatnya tidak telaten dan menunggu kalau kendaraannya sudah rusak.
Kalau sudah rusak ya dibawa ke bengkel...ujung-ujungnya duit..duit.... Pada hal kalau kita dapat merawat kendaraan kita secara rutin dan berkala, maka kerusakan yang fatal seminimal mungkin bisa dihindari.

Nah, ditulisan ini akan saya ulas tentang tips cara merawat kendaraan agar dapat menghasilkan tenaga yang maksimal dan berumur panjang.

1.  Tune Up Secara Berkala
Lakukan pemeriksaan rutin dengan menservice ringan pada kendaraan yang biasanya disebut Tune Up. Tune up  bisa kita lakukan sendiri, kalau sobat ngerti masalah mesin...kalau nggak ngerti ya lebih baik di bawa ke bengkel. 
Tune up secara berkala kita lakukan setiap 3000 - 5000 km. 

2.  Ganti Oli secara rutin
Oli merupakan cairan yang berfungsi sebagai pelumasan pada komponen-komponen mesin. Komponen mesin memerlukan oli, karena komponen ini selalu bekerja dan bergesekan satu sama lainnya.Selain itu, oli juga digunakan sebagai pendingin komponen tersebut. Karena berfungsi sebagai pelumas dan pendingin, maka oli akan cepat kotor dan menjadi encer. Jika hal ini terjadi maka oli tidak akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. 
Oli harus kita ganti kurang lebih setiap 3000 km 

3.  Periksa secara rutin minyak rem pada reservoir (tangki minyak), jangan samapai kehabisan
4.  Periksa ketinggian dari air radiator (bagi kendaraan yang menggunakan pendingin air)

5.  Pada Sepeda motor, ganti secara rutin rantai beserta sproket (sepeda dengan manual transmission) setiap 15000 km, dan ganti secara rutin V belt (sepeda dengan automatic transmission) setiap 25000 km.
6.  Tips yang terakhir adalah jangan lupa isi bahan bakar...kalau mesin bagus tapi kalau ndak ada bahan bakarnya kan percuma...he..he..

Semoga tips di atas dapat bermanfaat...kalau ada yang kurang berkenan boleh dikomentari...

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 02 Juli 2011

Rossi dan Ducati Diuji di Kandang Sendiri

Kerjasama Valentino Rossi dengan Ducati musim ini masih belum membuahkan podium tertinggi. Sejauh ini peraihan terbaik Rossi hanya podium di Le Mans pada seri keempat, itupun karena ada "sedikit faktor keberuntungan". Akhir pekan ini Ducati dan Rossi diuji untuk mempersembahkan hasil terbaik dalam balapan kandangnya di Mugello Italia.




Rossi pernah menjadi Raja Muggelo setelah keluar jadi jawara di sana selama tujuh tahun berturut-turut, 2002-2008, alias dari kali pertama format MotoGP diperkenalkan. Kemenangan itu sendiri sudah pernah ia rasakan bersama Honda dan Yamaha. Akan tetapi, selama dua musim terakhir dominasi Rossi di Mugello terenggut. Kalau pada tahun 2009 ia hanya finis ketiga, tahun lalu ia malah mengalami nasib nahas setelah mendapat kecelakaan di sesi latihan Mugello sehingga tak bisa ikut membalap.
Akhir pekan ini Ducati dan Rossi akan menghadapi MotoGP Italia di Mugello. Pada balapan akhir pekan ini akan terasa berat bagi Rossi dan Ducati karena Ia takkan didampingi oleh Jeremy Burgess, Crew Chief-nya Rossi di Ducati. Burgess terpaksa meninggalkan tim dan terbang ke Adelaide, Australia. Ia harus menemani istrinya yang didiagnosa menderita kanker payudara.
Alhasil, Rossi di latihan bebasa tidak mendapatkan hasil yang maksimal dan di kualifikasi, ia berada di urutan ke-12.

Casey Stoner akan memulai balapan MotoGP Italia dari posisi terdepan setelah berhasil menjadi yang tercepat di kualifikasi. Dalam sesi yang diselingi hujan tersebut dia mengalahkan Ben Spies dan Marco Simoncelli.

Sesi kualifikasi di Sirkuit Mugello, Sabtu (2/7/2011) malam WIB dimulai dengan cuaca cerah. Ini memungkinkan semua pembalap turun dengan ban slick dan memaksimalkan kemampuan motor mereka.Saat kualifikasi berjalan setengah periode, Stoner berhasil mecatatkan waktu terbaiknya yakni satu menit 48,034 detik. Selain menempatkan dia di posisi teratas, hasil tersebut sekaligus mematahkan rekor lap tercepat Mugello yang baru dibuat Jorge Lorenzo di free practiceketiga yakni satu menit 48,080 detik.Torehan waktu yang dibuat Stoner tersebut ternyata gagal dipatahkan oleh pembalap lain. Pembalap asal Australia itu terbilang beruntung karena setelah mencatatkan dirinya di posisi teratas hujan lantas turun. Itu membuat seluruh pembalap gagal memaksimalkan potensi motornya.Berhasil menempel Stoner di posisi kedua adalah Ben Spies, sang juara MotoGP Belanda pekan lalu. Penunggang Yamaha itu berhasil mengalahkan Marco Simoncelli yang harus puas dengan posisi start ketiga.Lorenzo yang tampil luar biasa pada free practice ketiga tak bisa berbuat banyak kali ini karena dia terhalang hujan. Duduk di posisi kelima, juara dunia musim lalu itu tepat berada di belakang Andrea Dovizioso.Menempati urutan start keenam adalah Colin Edwards dan diikuti Cal Crutchlow. Menjalani balapan comeback setelah absen keran kecelakaan, Dani Pedrosa dapat posisi start delapan. Sementara posisi sembilan dan sepuluh jadi milik Nicky Hayden serta Hector Barbera.
Mampukah Valentino Rossi dengan Ducati GP 11 mencapai podium tertinggi di kandang sendiri???

sumber: http://vivanews.com, http://detiksport.com

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 29 Juni 2011

Kinetic Energy Regenerative System (KERS)

Banyak orang yang belum mengetahui apa itu KERS pada F1. KERS, merupakan kependekan dari Kinetic Energy Regenerative System. Sistem ini dapat menghemat konsumsi bahan bakar serta menurunkan emisi gas buang. Artinya, selain berhemat sistem KERS juga bisa membuat F1 menjadi lebih ramah lingkungan.

Tenaga yang dihasilkan mesin tidak terpakai secara optimal karena mobil melambat atau malah berhenti total. Berarti tenaga mesin terbuang percuma.  Tenaga yang terbuang berupa gerakan atau putaran komponen mesin itu disebut energi kinetik. Energi itulah yang diambil, disimpan dan nantinya digunakan lagi untuk menjalankan kendaraan. Penggunaan KERS pada mobil F1 memberikan keuntungan berupa tambahan tenanga ekstra 80 HP (Horse Power) untuk setiap periode selama 6,67 detik. Teknologi ini adalah teknologi dimana energi atau power yang terbuang sia-sia dari mobil F1 saat melakukan pengereman akan disimpan yang nantinya dapat dipakai sebagai power booster dengan menekan tombol tertentu (seperti A1). Tenaga yang terbuang saat F1 melakukan pengereman tidaklah sedikit. Sedikitnya 2200 HP dengan temperatur yang dapat mencapai 1000 derajat Celcius.

Bagimana KERS bekerja?


Saat ini ada dua cara memanfaatkan energi kinetik, yaitu mekanikal dan elektrikal. Mekanikal, menggunakan roda gila. Sedangkan elektrikal, tenaga dari mesin diubah menjadi listrik (menggunakan generator), kemudian disimpan pada kapasitor atau aki. Setelah itu baru digunakan membantu mesin menjalankan kendaraan, misalnya berakselerasi. Karena menggunakan dua sumber tenaga , disebut hibrida. Pada F1, KERS yang ditawarkan Flybrid bekerja secara mekanikal. Tenaga mesin yang tidak terpakai saat mobil direm, disimpan pada roda gila "flywheel" yang mampu berputar hingga 60.000 rpm berupa putaran atau energi kinetik. Nantinya energi tersebut digunakan lagi ketika gas digenjot

BATERAI/KAPASITOR 

Selama pengereman 1. "Input gear", yang berhubungan dengan "drive train", menggerakkan unit generator motor (MGU) yang menghasilkan arus listrik. 2. Energi listrik disimpan dalam baterai dan kapasitor. Selama menambah dorongan, Baterai memberi tenaga kepada MGU untuk menggerakkan "input gear".


Prinsip kerjanya:
Dengan cara menghubungkan satu generator pada poros keluaran dari engine. Generator ini terhubung dengan kapasitor listrik berkapasitas besar. Sistem ini sepenuhnya dikontrol oleh ECU engine. Saat pembalap menginjak pedal rem, ECU memerintahkan generator untuk menangkap energi kinetik berupa putaran poros dan mengkonversikannya menjadi energi listrik yang disimpan pada kapasitor. Konversi energi kinetik menjadi listrik ini mempunyai efek pengereman yang berguna untuk membantu rem bekerja. Dengan demikian, temperatur discbrake tidak akan terlalu panas karena sebagian energi pengereman sudah tersimpan dalam kapasitor. Pada saat berakselerasi, giliran kapasitor yang diperintahkan ECU untuk meng-energize generator (yang dalam hal ini bertindak sebagai motor) untuk berputar. Putaran motor ini akan menambah power yang berasal dari engine.

FLYWHEEL

Selama pengereman 1. Energi kinetik ditransfer ke "flywheel". KCU menambah kecepatannya dengan mengubah rasio "gearbox". 2. Menambah pengereman karena tahanan meningkat ketika "flywheel" berputar. Selama menambah dorongan KCU membalik rasio "gear" mengirim balik energi "flywheel" ke drivetrain".


Prinsip Kerjanya:

Cara yang full mekanis sering dinamai orang sebagai Kinetic Energy Recovery System (KERS) atau sistem pembangkitan kembali energi kinetik. Prinsip kerjanya hampir sama dengan sistem elektro-mekanis yaitu menangkap energi kinetik (berupa putaran poros) yang kemudian disimpan dan nantinya akan dikeluarkan kembali saat mobil berakselerasi. Bedanya, pada sistem ini penyimpanan energi kinetik tidak dalam bentuk energi listrik tetapi tetap berupa energi kinetik yang tersimpan pada putaran flywheel. Selain flywheel, KERS dilengkapi dengan sistem tranmisi plus kopling. Kopling bertugas sebagai penyambung/pemutus hubungan antara KERS dengan poros penggerak dari engine. Flywheel adalah roda bermassa besar. Benda bermassa besar mempunyai momentum yang juga besar. Momentum besar ini mempunyai prinsip dasar yaitu, saat dalam keadaan diam susah untuk diputar tetapi saat sudah berputar susah untuk direm. Prinsip ini dimanfaatkan dalam KERS. Saat mobil melaju normal, sistem KERS tidak terhubung dengan poros engine. Tetapi begitu pembalap menginjak rem ECU memerintahkan kopling pada sistem KERS untuk menghubungkan KERS dengan poros engine. Akibatnya, massa poros engine akan mengalami perlambatan karena sebagian powernya dipergunakan untuk memutar flywheel yang berat. Efek perlambatan ini membantu pengereman. Saat pedal rem tidak lagi terinjak, KERS terpisah dari poros engine tetapi flywheel (karena massanya yang besar) terus berputar. Saat pembalap berakselerasi, ECU bisa memerintahkan kopling untuk kembali terhubung dengan poros engine dan kali ini putaran flywheel akan membantu engine untuk berakselerasi. Sistem transmisi di KERS akan mengatur putaran KERS agar sesuai dengan kebutuhan engine untuk melakukan perlambatan atau percepatan. ECU bisa mengatur kapan percepatan itu harus dilakukan. Timing ini bisa dihubungkan dengan tombol power-boost di gagang setir pembalap apabila kelak power-boost diijinkan di F1. Secara tradisional, balap mobil biasanya identik dengan pemborosan bahan bakar. Tetapi teknologi bisa mengubah semuanya. Sebagai pioneer pada bagi perkembangan teknologi di dunia otomotif, F1 bisa menyumbangkan sesuatu bagi kebutuhan dunia otomotif dunia, termasuk issue-issue sensitif di bidang lingkungan seperti ini.

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 20 Juni 2011

Ducati GP 11.1 Siap Memberikan Perlawanan yang Terbaik


 Sebuah tunggangan baru adalah hal yang dibutuhkan Valentino Rossi setelah dia gagal bersaing dengan pembalap Honda dan Yamaha. Di Assen The Doctor berharap GP11.1 akan memberinya hasil yang lebih positif.

Ducati terus mencoba meningkatkan daya saingnya. Untuk balapan di MotoGP Belanda akhir pekan ini, Valentino Rossi akan dibekali sasis dan girboks baru yang sebelumnya diperuntukkan untuk musim 2012.


Motor terbaru The Doctor diberi nama GP11.1 oleh Ducati. Dikutip dari Autosport, motor anyar tersebut juga mengadopsi teknologi sistem transmisi yang kini dimiliki Honda dan telah membuat pabrikan Jepang itu cukup mendominasi musim 2011.
Ducati GP11.1 diharapkan akan mengantar pembalap Italia itu kembali bersaing di papan atas bersama Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.

Bukan cuma sasis baru yang akan dimiliki Rossi karena motor tersebut juga mengadopsi teknologi sistem transmisi yang dimiliki Honda dan membuat pabrikan asal Jepang itu dominan di tahun ini. Tak mengherankan kalau Rossi menaruh harapan besar pada motor terbarunya itu.


"Assen adalah salah satu trek favorit - salah satu yang paling saya sukai dan tempat di mana saya merasakan balapan yang menyenangkan pada semua kelas. Kami akan mencoba mengambil keuntungan terkait pengalaman yang kami miliki di lintasan ini karena Kamis pagi akan menjadi debut beberapa update pada motor yang sangat menjanjikan dan juga sangat baru," papar Rossi di Autosport.

Meski menggunakan sasis baru, Rossi diyakini tak akan kesulitan melakukan adaptasi di Assen. Soalnya dia sudah sempat melakukan ujicoba dengan sasis motor 2012, meski yang dia tunggangi ketika itu adalah mesin 1000 cc. Sesuai aturan pembalap memang diperbolehkan melalukan serangkaian ujicoba terbatas pada motor 1000 cc yang akan mulai digunakan musim depan.

“Filippo (Preziosi), orang-orang di Ducati dan tim penguji telah bekerja sangat keras, dan itu membuat kami mampu melangkah dalam hal pengembangan motor. Kami belum punya kesempatan melakukan ujicoba pada motor 800 cc sejak di Estoril, jadi kami akan melakukan itu sepanjang akhir pekan ini, dengan menyadari kalau waktu yang dimiliki sangat singkat."

“Kami akan melakukan pekerjaan yang baik di atas lintasan demi bisa memaksimalkan apa yang telah diproduksi di pabrik. Itu akan sulit, dan kami tahu itu butuh waktu sebelum kami bisa sepenuhnya mencapai potensi seluruh paket ini, tapi kami gembira dan termotivasi dengan pekerjaan yang kami lakukan ini," simpul Rossi.

"Kami memutuskan untuk memproduksi GP11.1, yang masih bermesin 800cc pada sasis GP12, untuk mempercepat pengembangan motor musim depan. Dan juga demi memberikan para pembalap kami motor yang lebih punya potensi dalam persaingan di musim ini," ujar kepala teknisi tim Ducati, Filippo Preziosi.
Rossi sejauh ini baru sekali merasakan finis di atas podium bersama Ducati. Meski kondisi tubuh pasca cedera juga jadi salah satu kendala, secara kesuluruhan Ducati dianggap kalah bersaing dengan Honda dan juga Yamaha.

"Mempertimbangkan Rossi belum pernah menunggangi GP11.1, keputusan ini membutuhkan beberapa balapan sebelum tim bisa mengambil keuntungan dari potensi yang dimiliki. Tapi kami memutuskan untuk melangkah maju karena kami merasa itu merupakan langkah penting untuk pengembangan kami."

"Girboks generasi berikutnya, di sisi lain, adalah sebuah solusi yang kami pikir akan bisa cepat memberikan kemajuan. Departemen Ducati Corse akan terus mempelajari inovasi terbaru, baik untuk tahun 2012 dan juga tahun ini," tuntas Preziosi.

Cuma The Doctor yang akan dapat sasis baru di Assen akhir pekan ini. Sementara Nicky Hayden harus menunggu hingga balapan di Laguna Seca untuk bisa dapat tunggangan yang sama seperti rekannya itu. Namun sambil meunggu itu, Ducati mengaku telah melakukan upgrade pada motor yang akan dipakai Hayden akhir pekan ini.

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 22 Mei 2011

Nama Sensor -sensor pada Mesin EFI

 Aplikasi Sistem Pengaturan Elektronik pada kendaraan telah demikian pesatnya, seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan global yang mensyaratkan baik aspek pemenuhan pengguna teknologi maupun aspek dampak lingkungannya, sehingga rancang bangun kendaraan modern dengan Advance Technology memiliki kelebihan/keunggulan yang mampu meningkatkan antara lain:
  • Unjuk kerja
  • Efisiensi penggunaan bahan bakar
  • Penanggulangan dampak lingkungan
  • Kenyamanan dan keamanan
Kendaraan dengan fasilitas control elektronik dibandingkan dengan kendaraan konvensional memiliki perbedaan pada piranti elektroniknya yang pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen, yaitu Sensor, Electronik Control Unit (ECU), dan Unit actuator.

Sensor berfungsi untuk mengirimkan sinyal atau data ke ECU, ECU berfungsi untuk mengolah data yang dikirimkan oleh sensor dan mengirimkan nya kembali berupa perintah ke actuator. Aktuator berfungsi sebagai pengeksekusi suatu perintah dari ECU.
Di tulisan ini, hanya akan jelaskan macam-macam sensor beserta fungsinya.
1.  Engine Control Temperature (ECT)/Sensor Temperatur Mesin dan Intake Air Temperature
     (IAT)/Temperatur udara masuk
    ECT berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin pada mesin






















    IAT berfungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk

     Cara Kerjanya:

    Sensor yang dihubungkan seri dengan tahanan dan diberi tegangan 5 V. Bila tegangan pada sensor berubah (karena temperature), maka tegangan yang ke ECU juga berubah. Tegangan kerja adalah 4,5 s/d 0,2 Volt, dari dingin ke panas

    2. Throttle Position Sensor (TPS)
     
    TPS berfungsi untuk mengetahui derajat pembukaan katup gas dan mengontrol jumlah udara yang masuk. Sensor ini terbuat dari bahan Karbon arang. Range kerjanya adalah dalam % pembukaan katup gas (0 % = 0,5 Volt ----- 100 % = 4,7 Volt). Cara kerjanya: Tegangan 5 Volt dari ECU sebagai sumber, bila katup gas dibuka akan membuat perbandingan tegangan yang berasal dari perbandingan tahanan, sehingga mengeluarkan sinyal tegangan 0,5 s/d 4,7 Volt.







    3. Air Flow Meter (Sensor Udara Masuk)
    Air flow meter berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk, dan ini dipakai pada system injeksi jenis L-EFI.
    Jenis-jenis Air Flow Meter:
    a. Sensor Flap (impact pressure) Air Flow Sensor LMM
    Jenis ini terbuat dari tahanan geser (karbon arang). Cara kerjanya: pedal ditekan untuk membuka katup gas. Udara diisap oleh pengukur jumlah udara. Pengukur aliran udara memberikan informasi utama secara elektris ke unit pengontrol elektronika.


    b. Sensor Massa Udara (Kawat dan Film Panas)
     Jenis ini terbuat dari bahan kawat panas (platinum), Thermister, Metallic Film. Prinsip kerjanya: kawat panas dijaga pada temperature tetap dirangkai dengan termistor . Suatu aliran udara akan menyebabkan kawat panas menjadi dingin, rangkaian elektronik akan mempertahankan temperature pada kawat panas tetap. Pada waktu yang bersamaan, rangkaian elektronik mengukur arus yang mengalir ke kawat panas dan mengeluarkan sinyal tegangan sebanding dengan aliran arus.


    c. Karman Vortex
     Jenis Karman Vortex terbuat dari bahan Photo Coupler (LED dan Photo Transistor). Cara kerjanya: Udara yang masuk dibuat pusaran oleh pembentuk pusaran udara dan distabilkan oleh plat penstabil pusaran udara, kemudian diukur melalui pemancar dan penerima gelombang frekuensi tinggi. Dengan sebuah pengolah sinyal, gelombang frekuensi tinggi pada bagian penerima diubah bentuknya menjadi impul tegangnan yang diterima oleh computer.




    4. Manifold Absolute Pressure (MAP)
    Fungsi MAP sensor adalah untuk mengetahui tekanan udara yang masuk. Sensor ini terletak pada saluran udara masuk setelah katup gas dan digunakan pada mesin injeksi jenis D-EFI. Cara kerja MAP: Piezo Resistive adalah bahan yang nilai tahanannya tergantung dari perubahan bentuk. Piezo resistive dibuat diafragma (Silicon chip) berfungsi sebagai membrane antara ruangan vacuum (0,2 bar) sebagai referensi dan ruangan yang berhubungan dengan intake manifold.
    Perbedaan tekanan antara ruang vacuum dengan intake manifold berakibat perubahan lengkungan pada membrane silicon chip. Pengolah sinyal merubah menjadi tegangan sinyal. MAP sensor mengeluarkan tegangan paling tinggi ketika tekanan intake manipold adalah paling tinggi (kunci kontak “ON” mesin “MATI”, atau katup gas diinjak tiba-tiba/Accelerasi). Begitu pula sebaliknya mengeluarkan tegangan paling rendah jika terjadi decelerasi (perlambatan).

    5. Sensor Gas Buang

    Sensor ini berfungsi untuk mengetahui kerusakan pada Katalik konventer dan sebagai system closed loop A/F Rasio. Prinsip Kerjanya: Bila ada perbedaan jumlah O2 udara luar, akan terjadi beda potensial antara kedua elektroda. Tegangan maksimal 1 volt. Temperatur kerja min. 400C.
      

    6. Sensor Putaran

    1. Sensor Induktif pada Distibutor

    Sensor CKP dan CMP pada distributor
    Untuk system yang pengajuannya dengan mikrokontrol, maka sinyal putaran (CKP) harus dilengkapi dengan sensor posisi pada silinder (CMP). Sinyal ada yang di distributor dan di poros engkol
    1. Sensor Induktif pada poros engkol
    Sensor ini terdiri dari dua, yaitu: satu sensor induktif 
    dan dua sensor induktif (CKP dan CMP)
    1. Sensor Hall pada distributor
     




      
    d.  Sensor Photodioda
    Berfungsi sebagai sensor putaran dan TOP












    7.    Sensor Knoking
     Sensor ini berfungsi untuk mengetahui knoking, system closed loop pengapian dan mendeteksi octane bahan bakar. Prinsip kerja: Bila terjadi knoking (pinking) akan terjadi getaran pada sensor knoking berupa nois. ECU akan memundurkan saat pengapian 2 kali sampai tidak terjadi detonasi lagi. Untuk 4 silinder perlu 1 sensor, 5 atau 6 silinder perlu 2 sensor, 8 lebih bisa 2 atau lebih sensor.

    [+/-] Selengkapnya...

    Jumat, 13 Mei 2011

    BIOGRAFI VALENTINO ROSSI

    BIOGRAFI VALENTONI ROSSI 
    (Diterjemahan dari: http://www.Ducati.com)

    Valentino Rossi… siapa yang tidak kenal pembalap moto GP ini. Pembalap yang berjuluk “The Doctor” ini 
    telah mencatatkan namanya sebagai juara dunia sembilan kali. Satu-satunya pembalap kelas utama yang juara dengan produsen yang berbeda secara berturut-turut. 79 kemenangan di kelas utama Grand Prix sampai memasuki tahun 2011, 105 kemenengan di semua kelas Grand Prix sampai memasuki tahun 2011, start secara berturut-turut di Grand Prix (230); podium paling banyak di semua kelas dalam sejarah Grand Prix (174 memasuki musim 2011); urutan terpanjang naik podium Grand Prix (23, antara 2002 dan 2004).
    Valentino Rossi dilahirkan oleh pasangan Graziano dan Stefania pada tanggal 16 Februari 1979 di Urbino, Italia, sekitar setengah jam dari tempat ia dibesarkan, di Tavullia. Orang tuanya awalnya tidak antusias terhadap ide balap sepeda motor anak mereka. Kompetisi pertamanya berada di go-karts 60 cc, dimana dia memenangkan gelar regional pada tahun 1990. Meskipun demikian, Valentino telah menekuni balap jalanan mini untuk pada tahun 1989 (ketika ia berusia 10), dan ia mulai membalap secara teratur dan segera menunjukkan bakatnya. Pada tahun 1992, ia mendapatkan juara sepeda motor mini regional.

    Pada tahun 1993, ia memutuskan untuk meninggalkan karting untuk balap sepeda motor jalan nyata di Misano. Ketika Rossi mulai menginjak usia 14, mengikuti perlombaan 125 cc di Italia. Valentino ditempatkan pada tim Claudio Cagiva's Lusuardi-run untuk kelas 125cc Sport Production, dan kelas pertamanya adalah acara regional di Magione. Namun sangat disayangkan, dalam debut pertamanya itu Rossi jatuh di lap pertama, dan jatuh lagi enam lap kemudian, namun ia masih berhasil finish di tempat kesembilan. Selama musim itu, karirnya semakin meningkat. Rossi lolos ke final seri di Misano, di mana ia memenuhi syarat pole a head, meskipun awalnya gagal dalam perlombaan, tetapi ia dapat menyelesaikan di podium.

    Kinerja Valentino di akhir musim '93 membuatnya mendapatkan sebuah pabrik Cagiva di tahun depannya. Dalam balapan Sport Produksi yang kedua di Misano-Rossi mencatat kemenangan pertama dalam karirnya, dan ia akan pergi untuk mendapatkan gelar nasional di kelas itu. Sementara itu, kampanye seri GP Italia memungkinkan dia untuk juga mempelajari segala sesuatu tentang sepeda balap yang sesungguhnya, pengalaman berharga yang akan membuktikannya dalam '95. Saat itulah Vale menandatangani kontrak tiga tahun dengan Aprilia di tim Mauro Noccioli-run dan maju ke kejuaraan Eropa, yang pada saat itu berlangsung bersamaan dengan putaran Continental dari seri kejuaraan dunia Grand Prix. Valentino dengan mudah memenangkan mahkota dalam seri Italia. Dan meskipun ia jatuh sering di panggung internasional, ia masih berhasil mengambil posisi ketiga di titik akhir dari kejuaraan Eropa, sehingga hampir menjamin dia pindah ke kejuaraan dunia balap.

    Rossi memulai debut Grand Prix pada tahun 1996 di tim pesawat Aprilia RS125, masih dalam skuad Noccioli's. Dia tampil mengesankan di pembuka musim dengan finis ke enam di Malaysia. Pada babak keempat, di Spanyol, ia berjuang untuk podium, dan akhirnya tujuannya tercapai pada putaran kesepuluh, di Austria. Vale menempati posisi pole pertama di balapan berikutnya, di Brno, dan mengikuti sampai hari berikutnya dengan menaiki podium. Valentino selesai sebagai rookie kesembilan di poin yang maksimal.

    Masih dengan Aprilia, Valentino mendominasi tahun kedua: dia mengumpulkan sebelas kemenangan dalam balapan lima belas, di semua jenis kondisi (empat yang lainnya: jatuh satu kali, naik podium dua, dan yang lainnya finish di urutan keenam. Mencapai di posisi pole yang keempat, Rossi meraih gelar juara dunia pertamanya di kelas 125cc dengan marjin delapan puluh tiga-titik.

    Pada tahun 1998, Rossi maju ke kelas 250cc, untuk tim Aprilia yang dijalankan oleh Rossano Brazzi. Dia mengumpulkan tiga kali posisi kedua dalam enam balapan pertama sebelum kemudian meraih kemenangan pertama, di Assen. Dia juga meraih kemenangan di empat balapan terakhir, yaitu di Imola, Catalonia, Phillip Island, dan Argentina- Rossi meraih juara dua hanya tiga poin di belakang rekan senegaranya Loris Capirossi.

    Rossi menunjukkan persaingannya di tahun depannya (musim 1999), yaitu dengan sembilan kali memenangkan perlombaan dan tiga podium tambahan. Dia mengumpulkan gelar kelas 250 cc dan popularitasnya semakin naik

    Pada musim 2000 Valentino Rossi memulai perjalanan balapnya di kelas 500cc, bersama dengan Jeremy Burgess asal Australia yang menjadi kepala teknisi dan akan menjadi mitra sampai sekarang. Meskipun Jeremy Burgess masih berumur 21 tahun, tetapi ia telah menjadi kekuatan yang cukup baik dari silinder empat sebagai screamer. Namun, dia masih gagal menjadi juara dunia.

    Melanjutkan rutinitas dan belajar dari satu musim sebelumnya itu, Rossi menambahkan mahkota juara dunia kelas 500cc bergengsi pada tahun 2001, yaitu dapat memenangkan perlombaan tidak kurang dari sebelas, ditambah dua lagi podium. Itu adalah musim fantastis, dan dibuat lebih baik dengan kemenangan di Suzuka 8 Jam, lagi-lagi bekerja sama dengan Colin Edwards.

    Untuk tahun 2002, tahun perdana era MotoGP, Honda menerjunkan Rossi pada pabrik RC211V 990cc. Sekarang berjalan di dalam pabrik tim HRC, pembalap Italia ini memenangkan putaran pertama dengan platform baru pada delapan dari sembilan balapan pertama. Pada akhir musim, ia mengumpulkan sebelas kemenangan dalam enam belas perlombaan, serta meraih mahkota juara dengan 140 poin.

    Musim 2003 adalah musim yang hampir sama dengan sebelumnya, Valentino menaiki tangga teratas podium pada sembilan balapan, dan meraih juara dunia yang kelima dalam karirnya.

    Musim 2004 adalah musim yang bersejarah: Valentino memutuskan untuk meninggalkan sepeda motor yang paling dominan pada waktu itu dan bergabung dengan Yamaha, yang tidak pernah meraih gelar dalam dua belas tahun. Rossi pun mengajak Burgess dan krunya bersama dengan dia. Setelah benar-benar mengubah sepeda selama musim dingin, Valentino menorehkan halaman lain di buku sejarah, yaitu memenangkan perlombaan yang pertama dengan menaiki sepeda barunya YZR-M1, di Afrika Selatan, dan menjadi yang pertama yang pernah memenangkan dua balapan kelas utama berturut-turut dari produsen yang berbeda. Kemenangan itu diikuti oleh delapan kemenangan lebih lanjut sepanjang perjalanan musim, dan Valentino mengalahkan pembalap Spanyol Sete Gibernau.

    Musim 2005 sekali lagi kejuaran dunia MotoGP merupakan milik Rossi. Dengan kemenangan sebelas dan hanya salah satu hasil dari podium, Valentino meraih gelar ketujuh, dengan 147 poin lebih tinggi dari rekan senegaranya Marco Melandri.

    Musim 2006, pembalap Italia ini terganggu oleh sejumlah masalah teknis, tapi ia masih berhasil mendapatkan lima kemenangan-lebih daripada pengendara lain pada musim itu. Pada akhirnya, Valentino kehilangan gelar juara dan memberikannya ke Nicky Hayden yang lebih konsisten dengan hanya selisih lima poin.

    Pada tahun pertama era MotoGP 800cc, Rossi sekali lagi menghadapi kompetisi yang berat, kali ini terutama dari pembalap baru Ducati Casey Stoner. Sekali lagi terganggu oleh beberapa masalah teknis yang terlalu banyak, Valentino, menyelesaikan musim 2007 ini diurutan ketiga di belakang pembalap Australia (Casey Stoner) dan dengan hanya satu poin di belakang Dani Pedrosa pembalap dari Spanyol.

    Musim 2008 menandai kembali ke kemuliaan: dengan beralih dari ban Michelin ke Bridgestone, Pembalap Italia ini memenangkan sembilan perlombaan dalam perjalanan dan meraih juara dunia sebanyak delapan kali (enam di kelas utama). Valentino menikmati keberhasilan lain di sepanjang jalan, yaitu ketujuh berturut-turut menang di Mugello, kemenangan pertama dalam karirnya di Laguna Seca, dan kemenangan di perdana legendaris Indianapolis Motor Speedway Grand Prix, dalam menghadapi kondisi cuaca.

    Musim 2009, raihan prestasi sebagai juara dunia Rossi akan diperpanjang sampai sembilan, berkat enam kemenangan dan enam lebih lanjut podium, memberinya margin 45 poin di atas rekan setimnya Jorge Lorenzo.

    Persaingan dengan rekan setimnya tidak akan berlanjut pada tahun 2010, kecuali pada bagian pertama dari awal musim, yaitu dimulai dengan kemenangan Valentino di balapan malam Qatar. Tak lama setelah itu-pada 15 April, untuk lebih spesifik-Rossi menderita cedera bahu ketika berlatih di sepeda motorcross. Ketika, selama latihan untuk lomba rumahnya di Mugello, ia jatuh dan mengalami patah tulang tibia sebelah kanannya, Rossi kehilangan kesempatan mempertahankan gelar juara. Meskipun demikian, setelah menjalani operasi untuk memperbaiki fraktur, ia bekerja keras pada rehabilitasi, dengan tujuan kembali secepat mungkin. Awalnya, optimisme ada pada The Doctor dengan kembali di Grand Prik Brno, sedikit lebih dari dua bulan setelah cedera, tapi setelah menjalani terapi intensif (termasuk waktu di sebuah hyperbaric) dan melakukan dua tes. Valentino kembali beraksi di Sachsenring, hanya empat puluh satu hari setelah kecelakaan itu. Rossi naik ke tempat keempat, yang merupakan hasil heroik dalam lomba comebacknya, dan kemudian selesai di podium di babak berikutnya, di Laguna Seca. Masih diganggu oleh kedua luka-lukanya, Valentino tetap naik podium enam kali lebih banyak, termasuk menang di Sepang, dan selesai di urutan ketiga di belakang juara baru Lorenzo dan Pedrosa.

    Setelah Grand Prix Brno di Republik Ceko, diumumkan bahwa Valentino Rossi akan pindah ke Ducati MotoGP untuk musim 2011, dengan kontak dua tahun. Berkat izin khusus dari Yamaha, ia diperbolehkan mengambil bagian dalam tes pasca-musim di Valencia. Hari Minggu berikutnya, Valentino menjalani operasi bahu yang terluka dalam kecelakaan motorcross. Prosedur ini dilakukan di Cattolica's Cervesi Rumah Sakit, oleh Dr Alex Castagna, dari Milan Humanitas Institute, dan Dr Giuseppe Porcellini, dari ahli bedah bahu dan siku Rimini's Azienda USL.

    Selama operasi arthroscopic dua jam, para ahli bedah memperbaiki tendon supraspinatus dan kepala panjang tendon biseps, serta tulang rawan di Labrum glenoid. Selama musim dingin, di Italia sekali lagi menjalani program rehabilitasi intensif di gym dan kolam renang dalam persiapan untuk uji off-musim di Ducati GP11, dijadwalkan untuk 1-3 Februari di sirkuit Sepang di Malaysia

    Di musim 2011 ini telah dilaksanakan 3 balapan dan rossi masih belum bisa maksimal dan belum naik podium sekalipun. Selain cidera yang masih dirasakan, juga dikarenakan performa dari Ducati yang masih kalah dengan Honda dan Yamaha. Mampukah Rossi naik podium pertama kali musim ini di GP Le Mans, Prancis akhir pekan ini?

    [+/-] Selengkapnya...

    Kamis, 05 Mei 2011

    Teknologi Hybrid


    Hybrid...hybrid... dan hybrid.... Sekarang ini banyak sekali terdengar di telinga kita tentang teknologi hybrid....khususnya untuk alat transportasi. Sebenarnya apaan tuh...ya kalau yang udah tahu sih ndak papa sekedar mengingatkan.. tapi bagi yang nggak tahu, mungkin ini menjadi informasi yang sangat berarti.
    Teknologi hybrid ini didefinasikan sebagai penggunaan kenderaan yang menggunakan dua atau lebih penggunaan gabungan bahan api dan kuasa elektrik untuk menggerakkan motor kenderaan, sekaligus menjimatkan minyak. Atau menurut toyota, Sistem Hybrid menggabungkan kelengkapan terkuat dua jenis sumber daya - motor listrik dan mesin pembakaran internal.
    Teknologi ini diciptakan dalam rangka menghemat pengunaan bahan bakar yang persediannya semakin menipis dan apalagi persoalan gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbesar polusi udara, khususnya di perkotaan.

    Untuk mengerti lebih jauh bagaimana teknologi Hybrid memanfaatkan kedua dunia tersebut, kita bandingkan bagaimana sebuah mobil konvensional dan mobil listrik bekerja.

    Mobil Konvensional
    Mobil konvensional mengandalkan sumber tenaganya dari bahan bakar, seperti bensin, solar, atau gas untuk bergerak. Pemanfaatan mesin pembakaran internal, tenaga dari hasil pembakaran bahan bakar dimanfaatkan dan diubah menjadi gerakan, yang mampu menggerakkan mobil. Walaupun secara umum menunjukkan kinerja yang baik dengan harga yang murah, mobil konvensional mengeluarkan emisi gas buang yang tinggi dan menciptakan polusi yang banyak dan terus menghabiskan sumber daya alam.

    Mobil Tenaga Listrik

    Mobil tenaga listrik tidak membutuhkan apapun dari pembakaran. Listrik diubah menjadi tenaga melalui motor listrik, untuk menggerakkan mobil. Sekalipun mobil bertenaga listrik ini ramah lingkungan, tidak bising dan memiliki akselerasi yang baik, dia membutuhkan pengisian dan infrastruktur yang tepat. Hal ini membuat mobil bertenaga listrik menjadi tidak praktis..

    Mobil Hybrid
    Mobil hybrid menggunakan kombinasi dari motor listrik dan pembakaran di mesin, dengan memaksimalkan kekuatan dari kedua sumber daya tersebut disamping saling mengisi kekurangannya. Hasilnya adalah efisiensi konsumsi bahan bakar dengan performa yang luar biasa.

    Terus apa sih keunggulan teknologi hybrid ini jika dibandingkan dengan teknologi yang sudah ada. Ya yang pasti adalah... betul..betul..betul... Keuntungan dari teknologi hybrid adalah pertama Efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, ramah lingkungan karena emisi gas buang yang rendah, ketenangan yang baik, dan performa yang luar biasa serta kepuasan mengemudi, yang kedua Teknologi hybrid mengurangi emisi gas buang berupa CO2 atau zat yang lainnya. Yang ketiga teknologi hybrid lebih senyap atau tidak berisik, nyaris tak terdengar....he..he.. sehingga kita meskipun kita berkendara di keheningan malam.. maka tidak akan merusak kehingan malam.
    Perlu diketahui mesin Hybrid ada tiga macam, yaitu:
    1. Series Hybrid System
    System ini terdiri dari pembakaran internail dari mesin yang membakar bensin, solar atau gas. Dengan semua komponen yang saling terhubung secara seri. Pembakaran pada ruang mesin terhubung dengan sebuah generator untuk mengubah tenaga yang dihasilkan oleh mesin menjadi tenaga listrik yang disimpan ke sebuah aki. Tengan listrik yang tersimpan di aki dialirkan melalui sebuah alat yang dinamak inverter atau pembalik untuk menyalurkan tenaga ke sebuah motor listrik, sehingga mampu menggerakkan roda kendaraan.
    Pembakaran yang terjadi di mesin dapat menghasilkan tenaga ke motor listrik untuk menggerakkan mobil yang tidak cukup apabila hanya mengandalkan tenaga aki. Oleh sebab itu, pemakaian bahan bakar masih sedikit untuk mampu menggerakkan mobil.

    1. Parallel Hybrid System
    Pada parallel system, pembakaran dengan ruang mesin merupakan penghasil tenaga utama, sedangkan tenaga aki merupakan tenaga pendukung. Oleh sebab itu, pengefisiensian bahan bakar adalah dengan cara membatasi konsumsinya.
    Sistem ini msnggunakan mesin pembakaran dalam dan sebuah motor listrik untuk menggerakkan kendaraan. Dalam sistem ini, motor listrik juga sebagai generator, shingga ketika motor listrik digunakan, aki tidak dapat melakukan pengisian. Motor listrik beralih menjadi generator pada saat pengisian, dam hanya dapat dilakukan pada saat mobil tidak menggunakan motor listrik dalam bergerak, tetapi menggunakan tenaga yang dihasilkan dari proses pembakaran. Hal ini menyebabkan sistem ini memiliki keterbatasan jika dikaitkan dengan efisiensi bahan bakar
    1. Series-Parallel Hybrid System
    Gabungan dua sistem sebelumnya disebut dengan Series-Parallel Hybrid System. Sistem ini memungkinkan sumber tenaga menjadi paling fleksibel dan optimal, sehingga mampu mencapai tingkat efisiensi maupun tingkat kehandalan performa yang mengagumkan. Teknologi Hybrid ini memiliki generator atau pembangkit listrik khusus dan alat pembagi tenaga yang mampu menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh pembakaran pada ruang mesin untuk menggerakkan roda secara langsung, atau sebagai tenaga bagi motor listrik untuk melakukan pergerakan, tergantung dari kondisi berkendara. Hal ini memungkinkan kedua sumber tenaga tersebut bekerja pada seefisien mungkin. Pada saat kecepatan rendah ke tinggi, kendaraan juga dapat melaju meskipun  hanya menggunakan tenaga listrik saja. Dan ini dapat menghasilkan efisiensi yang besar. Generator juga dapat digunakan untuk mengisi aki melalui alat pembalik atau menverter. Pada saat melakukan akkselerasi atau percepatan secara mendadak juga dapat meenghasilkan performa yang maksimal.

    [+/-] Selengkapnya...